Ayo Gabung di Komunitas Pemasar Indonesia Teman-teman, Saya ingin mengajak semua orang indonesia untuk bergabung di: http://www.pemasarindonesia.comAyo gabung, David Halo semua... Bagi yang suka hunting photo burung-burung, ada satu website yang cukup mudah kita akses. Kita bisa upload photo-photo kita. webnya adalah, www.BirdsIsaw.com
Selamat moncoba Halo teman-teman, Saya menemukan sebuah website yang memberikan registrasi domain gratis .co.cc, yang dapat digunakan untuk nama domain dari blog di blogger atau nama domain dari layanan website gratis lainnya seperti di geocities.com. Lihat detail di http://www.pemasarinternet.com/domaingratisSelain itu, saya juga sudah membuat step by step melakukan setup domain gratis tersebut, dapat didownload pada file PDF (2Megabyte) berikut: http://www.pemasarinternet.com/davidodang-domaingratis.zipSemoga bermanfaat, David  Ada Apa Saja di Hari Sahabat Anak 2008?
Rasanya, event ini sungguh unik dan potensial utk dilewatkan, kawans...
Bagi Anda yang ingin tahu tentang bentuk acara Hari Sahabat Anak 2008, berikut adalah gambaran acara yang akan berlangsung pada bulan Februari 2008:
· “Adopsi” Anak
Panitia memberikan kesempatan kepada peserta-keluarga yang terbeban untuk “mengadopsi” seorang anak binaan Sahabat Anak hanya selama 6 jam. Apa yang akan terjadi selama 6 jam tersebut? Peserta-keluarga perlu memperhatikan anak “adopsi” tersebut bagaikan anggota keluarga sendiri. Inilah moto kami: Menabur cinta, menuai harapan!
· Jalan Cinta
Ini merupakan aksi bersama para peserta dan anak-anak binaan SA serta volunter SA, sebagai wujud keprihatinan atas kesejahteraan anak-anak marginal. Psttt…, sekadar bocoran: pakai sepatu yang nyaman ya, supaya enak jalannya ;-)
Lalu, apa lagi? Detail lebih lanjut akan segera menyusul. Tunggu saja tanggal mainnya. Tentu saja, tanpa terkecuali, Anda semua diundang untuk ambil bagian dalam acara Hari Sahabat Anak ini.
Bagaimana caranya?
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, hubungi:
Kartika Lamtiur M.A. HP 0815 72043820
Maretha Sambe HP 0815 972 66 20
Artha Purba HP 0813 842 079 22
Farida Meity HP 0812 961 53 26 Atau kunjungi
Sekretariat Sahabat Anak Jl. Tambak II RT 06/05 No. 23 Komp. POLRI, Kel. Pegangsaan, Jakarta Pusat 10320 Telp. (021) 391 8505, Fax (021) 319 34172
www.sahabatanak.com
Sampai jumpa di Hari Sahabat Anak!
****
What's on “Sahabat Anak” Day 2008?
For you, who are wondering what will happen on “Sahabat Anak” Day 2008, here is a glimpse of it:
· “Adopting” child
For those who are willing, the committee gives a special opportunity for family-participants to “adopt” one child only for the duration of six hours. During this moment, the family has a responsibility to take care of the child as part of the family. Here, our motto is: Sharing love, reaping hope!
· Walk with Love
This is an action of participants together with Sahabat Anak tutors and volunteers who concern about the welfare of Indonesia’s street children. A hint for you: put on your running shoes so you can enjoy this Walk with Love! ;-)
And, what else? Please wait for further details which are coming. Keep yourself updated. Of course, all of you are invited to take part in the “Sahabat Anak” Day.
Then, how?
For further information and registration, please contact:
Kartika Lamtiur M.A. HP 0815 72043820
Maretha Sambe HP 0815 972 66 20
Artha Purba HP 0813 842 079 22
Farida Meity HP 0812 961 53 26
Or visit
Sahabat Anak Office Jl. Tambak II RT 06/05 No. 23 Komp. POLRI, Kel. Pegangsaan, Jakarta Pusat 10320 Ph. (62-21) 391 8505, Fax. (62-21) 319 34172
www.sahabatanak.com
See you there!
note: Photo by Jose L. Guy. All rights reserved.
  Hari Sahabat Anak
I'd like to share about and invite you to come to "Hari Sahabat Anak" yang rencananya akan diadain pada awal tahun 2008. Ini adalah perhelatan akbar, where the street children and average children and parents come and play together. Perhaps you're interested to hunting some human-interest pictures there...
Acara ini sedang dalam tahap penggodokan, jadi saya blum bisa cerita banyak. Tapi, intinya adalah acara ini diselenggarakan krn adanya kebutuhan dana yang besar utk anak-anak marginal alias anak-anak jalanan di Indonesia, secara khusus di Jakarta dan sekitarnya.
Dana yg diperlukan dan akan dikumpulkan lewat acara akbar ini akan digunakan utk tujuh pusat bimbingan belajar anak-anak binaan Sahabat Anak (SA), antara lain di Grogol, Prumpung, Gambir, dll. Dana ini juga diperlukan utk pengembangan Pusat Kegiatan Anak (PKA) di Sekretariat SA, Jl. Tambak, Jak-Pus. Blum lagi utk beasiswa bagi anak-anak yg ingin meneruskan sekolah mereka; juga biaya kesehatan bagi mereka yang masih terus bergumul dg penyakit-penyakit infeksi, blum lagi penyakit yg datang akibat lingkungan hidup yang kurang higienis ataupun akibat terbiasa "ngelem" ataupun mengonsumsi narkoba.
Acara akbar ini akan digelar dalam kaitannya dg Hari Kasih Sayang alias Valentine, dalam tajuk "Berbagi Kasih" maupun "Open our eyes".
Sungguh, anak-anak ini tidak ada bedanya dg anak-anak kita di rumah ataupun keponakan-keponakan kita, atau bahkan dengan diri kita. Tapi, nasib mereka begitu berbeda.
Mereka berhak akan masa depan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Akankah mereka mendapatkannya? Akankah ada yang peduli?
Kitalah yang perlu menjawabnya. Khususnya, kita yang merasa sudah cukup terdidik dan mapan. Kita yang merasa termasuk kelompok kaum intelektual. Sudah sewajar dan sepantasnya kita turut serta dalam upaya-upaya membuat anak-anak juga "intelek" demi masa depan mereka dan kita. Karena merekalah generasi penerus kita.
Jangan biarkan mereka terus disebut "the Lost Generation"....
For the accountability's sake, silakan kunjungi situs Sahabat Anak di www.sahabatanak.com, bukalah link "Sahabat Anak shares Love 2008". Apabila ada di antara rekan-rekan yg ingin terlibat, bisa menghubungi kami via website di atas. Keterlibatan rekan-rekan bisa berupa: penyebarluasan info2 terkait acara ini (nanti akan ada rally alias kampanye E-mail dan milis), dana, tenaga, pikiran, dan doa tentunya;) Krn sampai saat ini Sie Dana dan Sie Sponsorship masih terus merencanakan kegiatan pengumpulan dana dan sponsor.
Note: Ini adalah sharing Humas Hari Sahabat Anak 2008. Boleh dikutip, dikopi, diteruskan (forward) dan disebarluaskan. Hanya saja, contact person-nya hanya yg tercantum di situs tersebut (Lanny). TIDAK ADA ORANG LAIN yg dapat mengatasnamakan diri sebagai contact person Hari Sahabat Anak 2008.
When there is no "US", there is no success. Ketika kesatuan itu tak ada, jangan kita harapkan keberhasilan. Krn itu, mari kita bersama-sama berusaha, demi masa depan anak-anak yang lebih baik.
salam HSA,
-humas hsa-
  | Category: | Books | | Genre: | Arts & Photography | | Author: | Banana |
Menggambarkan Buyat dari sisi yang lain, dengan beragam foto karya Denny Taroreh dan Jamal Rahman  Mata Kadang Salah Melihat.... Mulut Kadang Salah Berucap.... Hati Kadang Salah Menduga..... Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada.... " Mohon Maaf Lahir dan Bathin " Assalaamu'alaikum wr.wb.Marhaban ya RamadhanBulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di ijabah.Sungguh Cantik Kain Peliekat Dipakai Orang Pergi ke Pekan Puasa Ramadhan semakin Dekat Silap dan Salah Mohon DimaafkanBerharap padi dalam lesung yang ada cuma rumpun jerami harapan hati bertatap langsung cuma terlayang halaman iniSebelum cahaya surga padam Sebelum hidup berakhir Sebelum pintu tobat tertutup Sebelum Ramadhan datang saya mohon maaf lahir dan bathin....Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya KarimMarhaban Ya RamadhanAllaahumma baariklanaa fi Sya'ban wa ballighnaa RamadhanYa Rabb, berkahi kami pada bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan,Amiin.Do'a Malaikat Jibril Menjelang Ramadhan
"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
* Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
* Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali.Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat danyang meng-amiikan adalah Rasullullah dan parasahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at.SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
SEMOGA KITA DAPAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN OPTIMAL, AMIIN.
Wassalamu'alaikum Wr Wb  ONLINE PHOTO GALLERY
Snap, Share & Make Friends
   | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Photo Etc. |
ONLINE DIGITAL PRINTING
Cetak foto online diantar ke tempat, karena waktu Anda berharga
http://www.cetakfoto.net
  | Category: | Books | | Genre: | Arts & Photography | | Author: | The Light Magazine Editors |
The Light Magazine http://www.thelightmagz.com/
Indonesian Photography Free Electronic Magazine   Photo by Triyudha Ichwan @ Panjang Jiwo Lake, Bogor
Nikon D70   Photo by Andri P. Rivai
Nikon D70s Focal Length 18mm Aperture 1/160 F/number 6.3 Metering Mode Pattern   Photo by Andri P. Rivai
Nikon D70s Focal Length 200mm Aperture 1/500 F/number 6.3 Metering Mode Pattern
  | Category: | Books | | Genre: | Arts & Photography | | Author: | Ir Iwan Zahar M.Sc |
Ironis, kata Kartono Ryadi, fotografer senior dari harian Kompas, ketika mengomentari buku yang ditulis Iwan Zahar bertajuk Catatan Fotografer: Kiat Jitu Menembus New York. Dikatakan ironis lantaran sekarang ini banyak muncul fotografer (banyak juga yang terkenal alias punya nama di Indonesia), tetapi betapa miskin- bahkan nyaris-tidak ada buku fotografi yang diterbitkan.
Kenapa bisa begitu? Kartono Ryadi tidak tahu penyebabnya. Padahal, pada satu sisi, dunia penerbitan, saat ini, demikian marak. Jadi, buku karya Iwan Zahar, dosen Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta, ini sekadar pelipur lara di tengah dunia perbukuan kita yang bergelora. Maklumlah, justru buku cerita (fiksi) yang paling banyak diterbitkan. Sementara buku mengenai fotografi sungguh sulit dicari.
Dalam kata pengantar (halaman xv), Kartono Ryadi menyadari pula bahwa untuk menjadi seorang penulis yang sekaligus handal dalam bidang dunia fotografi adalah perkecualian. Setidaknya mesti memiliki talenta. "Tiap orang memang punya talenta sendiri-sendiri, seorang yang punya talenta untuk menggambarkan sesuatu secara visual dengan baik biasanya 'kurang' bisa menulis dengan baik pula. Nah, Iwan Zahar tampaknya merupakan kekecualian, bisa memotret dan mampu pula menulis," tulis Kartono Ryadi.
Membaca buku yang ditulis Iwan Zahar, diakui, menorehkan berbagai gugatan, mengingat perkembangan jagad fotografi termasuk perkembangan-khususnya mengenai teknologinya-begitu pesat. Bahkan mencuat pertanyaan apakah fotografi masuk rumpun seni kontemporer? Pertanyaan ini, kiranya, patut dijadikan wacana. Apalagi terdapat hal yang menarik dicermati, yakni pemenang ASEAN Art 2002 tidak lain sebuah karya fotografi. Hal ini terjadi untuk pertama kalinya sejak ASEAN Art 1994.
Fotografer Francis Ng Teck Young, pengajar Le Salle SIA College Art Singapura, anggota Photographic Society Amerika Serikat dan Singapura melalui karyanya bertajuk Constructing Construction dinobatkan sebagai pemenang pertama ASEAN Art Award atau dikenal dengan nama Phillip Morris Award. Lantas, seperti apa yang ingin dikemukakan Iwan Zahar dalam buka karyanya ini?
Yang jelas buku ini bukan buku pelajaran memotret - yang penuh dengan pelajar teknik fotografi - yang menurut Iwan Zahar pada era digital sudah tidak terlalu penting. Justru pada sisi itulah buku ini tambah menarik. Sebab, pada buku ini disinggung kiat untuk apa serta apa tujuan bila seorang memilih fotografi sebagai profesinya. Buku ini mengarah dan sepertinya digunakan sebagai materi bahan kuliah Manajemen Produksi Fotografi.
Tantangan Besar
Bagi Iwan Zahar sendiri, menulis buku ini merupakan tantangan besar. Selain merupakan upaya meneruskan tradisi menulis buku fotografi setelah penulis foto kawakan Leodardi dan Soelarko. Di samping itu munculnya kegelisahan yang mendalam - sehingga Iwan Zahar bermimpi kapan pada suatu saat nanti ada karya forografer Indonesia bisa menembus dan berpameran di Museum Art New York, Amerika Serikat. Fotografer Jepang sudah sejak 50 tahun lalu berpameran di sana. Disusul fotografer Korea Selatan, India dan Cina.
Fotografer Asia sudah malang melintang di Museum Modern Art New York. Sebut saja Eikoh Hosoe - dari Jepang, Chien-Chi Chang (Taiwan), Atta Kim (Korea Selatan), dan dua fotografer India, yakni Raghubir Sing dan Raghu Rai. Khusus kedua fotografer India itu mengusik Iwan Zahar. Karenanya Iwan Zahar resah, "Mengapa fotografer Indonesia yang negaranya merdeka dengan tahun yang sama dengan India, tetapi kita tertinggal jauh sekali prestasinya?"
Pertanyaan inilah yang ingin dijawab Iwan Zahar dalam buku yang ditulisnya. Buku yang terdiri dari sembilan bab, yang bab pertama mengupas tentang mengapa seseorang menjadi fotografer. Dilanjutkan pada bab kedua mengenai spesialisasi dalam profesi Fotografer. Disambung dengan bab ketiga yang membicarakan soal portofolio.
Bab keempat masalah portofolio diurai lebih dalam. Terutama jenis tampilan portofolio komersial. Berikutnya perihal bab kelima - pembahasan begitu khas, yaitu bagaimana menjual portfolio - apakah datang langsung ke klien. Termasuk apakah perlu membayar orang untuk melakukan pemasaran. Nah, pada bab keenam baru pada fokus membicarakan buku ini kiat menembus New York. Sedangkan bab ketujuh dikemukakan cara pembuatan proposal. Lantas pada bab delapan Iwan Zahar melontarkan pendapat: Belajar otodidak fotografi, mungkinkah? Pada bab ini pun dijelaskan apa itu ilmu melihat, soal sekolah Bauhaus, dan dasar seni rupa. Buku ini lalu ditutup -bab sembilan- pembahasan yang menyangkut organisasi foto untuk karier, lembaga Magnum, dan Yayasan Aperture.
Walaupun tidak membicarakan pelajaran teknis fotografi, dan sengaja berorientasi pada pembicaraan berbisnis fotografi, justru di sinilah letak kekuatan buku ini. Pembaca atau peminat dunia fotografi tergugah untuk lebih menyelami betapa dunia bisnis fotografi sangat berkelok-kelok. Bahwa untuk menjadi fotografer profesional tidak mudah dan gampang alias seperti membalik telapak tangan. Wajar jika buku ini berupaya membeberkan segala sesuatunya mengenai hal itu.
Mudah Dipahami
Dituturkan dengan bahasa yang ringan, enteng - mudah dipahami, buku ini mengulas jalur tembus karier dari pembuatan portfolio foto, menjual foto, lomba foto - sampai menembus organisasi foto yang berada di New York. Buku inipun bernilai lebih, lantaran dibeberkan perihal filosofi pendidikan senirupa (yang sebenarnya sulit dipahami), yakni Sekolah Seni Bauhaus.
Sekolah Seni Rupa Bauhaus (1911-1933) merupakan sekolah seni rupa terbaik yang pernah ada sebelum dibubarkan Adolf Hitler. Begitu dibubarkan semua pendirinya lari ke Amerika Serikat. Bauhaus banyak menetaskan seniman terkenal seperti Walter Gropius, Wassily Kadinsky, Josef Albers, Laszlo Moholy-Nagy dan sebagainya. Kurikulum Bauhaus unik. Seandainya Anda atau kita ingin menjadi fotografer atau profesi seni lainnya, maka Anda atau kita tetap diminta untuk mengambil mata kuliah yang sama pada tiga tahun awal -yaitu menekankan pada latihan dua dan tiga dimensi. Semua mahasiswa dari bidang arsitektur, fotografi, lukis, desain grafis, pematung digabung menjadi satu (halaman 22 dan halaman 99).
Pokoknya yang dibahas dalam buku ini komplet - dan sekali lagi tidak menyinggung perkara teknis fotografi. Kesannya isi buku ini - bagaikan makanan - gado-gado. Karenanya seperti gado-gado, toh buku ini - memang padat gizi, dan sayuran yang ditampilkan terasa segar. Maklum dalam kenyataan lapangan yang dibutuhkan seorang fotografer, tidak lain bagaimana menjual karyanya. Dus, buku ini berguna betul bagi calon fotografer profesional atau buat peminat dunia fotografi, baik yang pemula dan yang di atas pemula. Namun tidak ada salahnya juga orang awam pun membaca buku ini. Sebab buku ini pun membahas masalah manajemen. Bagi yang berminat berbisnis fotografi, jelas buku ini sangat berfaedah.
Syamsudin Noer Moenadi
(www.suarapembaruan.com)
  courtesy from http://www.ndroo.com/   Photo by Tiyo Widi Prasetyo Location: IPO's secretariate
Camera: Canon 300D Exposure Time:1/250 F/number: f/14
Lighting: 2 units Visatec 3600 1 unit Bowens Traveller
Author Comments:
No comment at all, just great.. :o)...   Photo by Igun Focus Location: Ranu Pani, Kec. Senduro, Kab. Lumajang (West Java)
Camera: Pentax P 30 T F/Number: f/8 Exposure Time: Automatic
Author's comment: Sudut pengambilannya menarik, dengan konsep yang baik dan komposisi unik, cuma mungkin metering kamera harusnya yang diukur adalah cuciannya, karena cuciannya tampak over exposure.
Kalau tidak salah ada pilihan untuk Exposure Lock dan DOF preview, coba sudut bidiknya di arahkan ke cuciannya dulu, lalu exposure di-lock dan baru recomposing untuk komposisinya.
Resikonya BG menjadi lebih gelap karena speed menjadi lebih cepat karena menyesuaikan dengan metering pada POI-nya.
Coba gunakan manual exposure, buka f/number lebih besar (f/5,6 atau f/4), misal mendapatkan exposure time 1/250, kemudian set ke 1/125 (over 1 stop) dan saat cetak, minta density dinaikan agar ada keseimbangan metering pencahayaannya antara POI dengan BG..
IMHO lho ini...   Image making for Vina Bilang Cinta, produced by MNC
Model: Callista & Rachel
Photo by Triyudha Ichwan
Location: RCTI, Jakarta
Specification Camera: Nikon D70 Lens: Tamron 28 - 80mm, f3.5-4.5 F/Number: f/16 Exposure Time: 1/15 Lighting: 1 unit Broncolor Impact 41 with Softbox for main light 2 units Bowens Traveller with standard reflector for background light
Author's comment: Ekspresi bagus, tapi crop sisi bawah agak tanggung 
| |